Friday, February 17, 2012

10 Buku paling kontroversial di dunia

1. The Satanic Verses by Salman Rushdie

Mungkin salah satu buku paling kontroversial yang pernah ditulis, setelah rilis di akhir tahun 80-an The Satanic Verses menyebabkan kegemparan besar di dunia Islam. Banyak yang percaya bahwa novel keempat Rushdie sangat menghujat, misalnya dia sebut Nabi Muhammad sebagai Mahound. Sebuah fatwa yang dikeluarkan terhadap penulis oleh pemimpin spiritual Iran, Ayatollah Khomeini. Hadiah 1 juta dollar telah diajukan kepada siapa saja yang membunuh Rushdie dan 3 juta dollar jika pembunuhnya adalah warga Iran. Negara-negara lain segera ikut dalam kehebohan ini. Venezuela melarang buku tersebut dan mengancam 15 bulan penjara kepada siapapun yang membacanya. Sementara di Jepang, seorang penerjemah yang terlibat dengan buku tersebut ditikam sampai mati. Beberapa negara lain, termasuk Amerika, mengambil buku dari rak-rak toko buku mereka. Rushdie hidup bersembunyi selama satu dekade karena takut. Meskipun begitu, buku ini masih terdaftar untuk Booker Prize pada tahun 1988.

2. American Psycho by Bret Easton Ellis

Sebuah novel satir yang keluar pada tahun 1991 menyoroti sifat lelucon dari yuppies di Amerika. Kisahnya diceritakan melalui seorang protagonis Patrick Bateman, seorang yuppie gila yang menjadi pembunuh berantai. Dalam beberapa kali novel ini telah diberi label sebagai "salah satu novel kunci dari abad terakhir," tetapi ketika dirilis membuat kontroversi besar karena tingkat ekstrem kekerasan grafis dan penyiksaan seksual. Penulis menerima surat kebencian dan ancaman kematian. Buku ini masih tidak dapat dibeli oleh orang berusia dibawah 18 tahun di beberapa negara.

3. The Da Vinci Code by Dan Brown

Buku lain yang kontroversial yang berkaitan dengan keagamaan, kali ini terhadap iman Kristen. Cerita ini berkisah tentang tokoh-tokoh yang menemukan rahasia gelap yang disembunyikan oleh Gereja Katolik selama berabad-abad, yang menyoroti keilahian Kristus. Buku (dan film) ini telah menjadi sangat populer tetapi juga memperoleh kontroversi atas deskripsi akurat tentang sejarah, geografi, seni dan arsitektur. penulis lain bahkan menggugat Dan Brown untuk plagiarisme.

4. Lolita by Vladimir Nabokov

Jika karakter utama Anda adalah seorang pedofilia, maka Anda segera akan menjadi kontroversial dimana-mana. Tidak mengherankan bahwa novel Nabokov's mendapat kontroversi seperti pada tahun 1955 ketika pertama kali diterbitkan di Perancis. Sang pedofil yaitu Humbert Humbert, yang memiliki obsesi tertentu dengan seorang gadis berusia 12 tahun bernama Dolores Haze. Buku ini dilarang di Perancis, Inggris, Selandia Baru, Afrika Selatan dan Argentina. Anehnya, meskipun begitu, buku ini sukses besar di Amerika, di mana terjual 100.000 eksemplar dalam tiga minggu pertama.

5. Adventures of Huckleberry Finn by Mark Twain

Buku ini merupakan salah satu buku yang paling menantang sepanjang masa, khususnya di Amerika Serikat. Buku ini telah dilarang dari perpustakaan di seluruh negeri maupun dihapus dari kurikulum sekolah. Buku ini juga ada dalam daftar American Library Association’s ‘Most Frequently Challenged Books’. Alasan untuk semua ini adalah karena bahasa rasial yang digunakan dalam buku ini. Sebagai contoh, kata "negro" muncul dalam buku ini lebih dari 200 kali.

6. The Chocolate War by Robert Cormier

Chocolate War ditulis untuk remaja dan dewasa muda. Tetapi begitu orang tua menyadari apa isi dari halaman-halaman buku tersebut, maka mareka protes dan meminta buku tersebut dilarang edar. Dirilis pada tahun 1974 novel ini berisi kekerasan, kata-kata makian dan adegan masturbasi. Buku ini masih dilarang di perpustakaan dan toko-toko di seluruh dunia sampai hari ini, dan Anda tidak akan menemukannya di sekolah.

7. The Harry Potter series by JK Rowling

Disamping keberhasilan global yang menakjubkan dari serial Harry Potter di kalangan anak-anak dan para pembaca dewasa, masih ada sejumlah besar kontroversi seputar buku ini. Para orang-orang fanatik di seluruh dunia menyebutkan bahwa seri Harry Potter mempromosikan Satanisme. Statistik diungkapkan oleh para ilmuwan pustakawan mengungkapkan bahwa lebih dari 3.000 upaya dan laporan telah dilakukan antara tahun 2000 dan 2005 untuk meminta buku-buku tersebut dilarang di AS.

8. The Wasp Factory by Iain Banks

Ketika The Wasp Factory keluar pada tahun 1984, itu adalah novel pertama Iain Banks, seorang penulis asal Skotlandia. Novel tebal ini datang dengan kontroversi karena isinya yang mengandung materi kekerasan. Ditulis dalam gaya kata ganti orang pertama, kisah ini diceritakan melalui pikiran sadis karakter protagonis Frank Cauldhame yang berumur 16 tahun. Karakter ini menggambarkan masa kecil yang meresahkan dimana dia menyiksa binatang dan membunuh 3 anak. Pikirkan bagaimana Frank dalam tahun-tahun awal hidupnya.

9. The Catcher in the Rye by J.D. Salinger

Digambarkan oleh banyak orang sebagai salah satu novel terbesar yang pernah ditulis dan dimasukkan dalam daftar Time Magazine's dari 100 novel berbahasa Inggris terbaik. The Catcher in the Rye masih tidak kekurangan kontroversi dan kritik. Awalnya ditujukan untuk pembaca dewasa, namun remaja banyak menikmati novel (dan masih melakukannya). Sebagai tokoh sentral adalah Holden Caulfield, seorang pemberontak. Mengangkat tema misalnya kebingungan, kecemasan, seksualitas, keterasingan, dan banyak pemberontakan remaja yang terkait dengan isu Caulfield's. Tapi buku ini mengalami kontroversi karena alasan yang sangat sensitif. Beberapa kritikus ingin buku itu disensor karena mengandung "anti-Kristen" sentimen.

10. Nineteen Eighty-Four by George Orwell

Ditulis oleh George Orwell ketika ia menjelang kematian, novel ini sangat dipengaruhi oleh pandangan politik penulis. Tema dalam buku ini menyertakan Amerika Serikat dan Uni Soviet, dan topik-topik seputar seperti totaliterisme, penyiksaan, mengendalikan pikiran, pelanggaran privasi, agama terorganisir, sensor, seks dan banyak lagi. Novel ini juga dikatakan telah menciptakan gagasan tentang "Big Brother", bahwa kita selalu diawasi. Banyak fanatik mengklaim bahwa Nineteen Eighty-Four ditulis oleh Orwell yang sedang sangat sakit dan tidak sehat jasmani pada saat itu sehingga ngawur, dan untuk alasan itu harus dilarang. Lainnya tidak setuju mengatakan itu adalah maha karya-nya.

sumber: http://hermawayne.blogspot.com/2010/07/10-buku-paling-kontroversial-di-dunia.html

15 Cover Album Yang Paling Kontroversial

01. The Beatles – Yesterday and Today (1966)
Dalam album ini, John Lennon dkk berpose dengan menampilkan gambar seram: Mereka mengenakan pakaian putih ala tukang jagal beserta potongan-potongan tubuh (boneka) bayi dan daging mentah bertebaran. Maksud filosofinya adalah: mereka merasa karya seni Beatles telah dijagal. Sayangnya, pihak distributor menolak memasarkannya dan mereka pun mendesain ulang kovernya dengan desain yang garing dan menempelkannya diatas cover asli yang seram itu. Kini, cover The Beatles yang dikenal dengan sebutan “The Butcher Cover” itu menjadi barang langka yang diburu para kolektor dan Beatlesmania di seluruh dunia.

02. Guns N’ Roses – Appetite For Destruction (1987)
Mulanya, Axl Rose dkk memasarkan albumnya dengan cover yang amat mengerikan: Wanita tergolek lemas dengan celana dalam melorot, baju acak-acakan dan puting menyembul. Di hadapannya berdiri robot aneh, yang mungkin baru memerkosa si cewek. Dan yang lebih absurd, di atas mereka ada monster raksasa dengan gigi terbuat dari pisau. Tak heran kalau kemudian album ini ditarik dan dibuatkan art cover yang tak kalah menarik namun jelas kalah heboh.

03. John Lennon – Two Virgins (1968)

Tampaknya kegeniusan John Lennon sedang pergi ketika ia merilis single eksperimental dengan Yoko Ono, bertitel Two Virgins ini. Bukan hanya lagu-lagunya yang jelek, tapi juga covernya. Jelas saja hampir semua toko menolak untuk menjualnya, kalaupun ada, covernya ditutupi sampul cokelat terlebih dahulu. Tindakan bagus, mengingat tidak semua orang demen lihat John dan Yoko yang sedang bugil.

04. Jane’s Addiction – Ritual De Lo Habitual (1990)

Cover yang cukup gila. Tiga orang sedang threesome lengkap dengan perkakasnya masing-masing. Setelah dirilis, sejumlah toko menolak menjualnya karena menganggap cover itu terlalu vulgar. Setelah album itu ditarik kembali, Dave Navarro dkk merilis versi lain dengan cover album yang berbeda dan bernada protes –hanya lembaran putih dan nama band dengan kutipan dari UUD Amerika yang menytakan kebebasan berbicara dilindungi oleh Undang-Undang.

05. Poison – Open Up And Say...Ahh!

Sebagian orang merasa risih dengan cover album ini ketika baru diluncurkan. Alhasil, pihak label pun menyensor gambar dan menutupinya dengan blok hitam.

06. Live Crew – As Nasty As They Wanna Be (1989)

Inilah album yang pertama kali dikategorikan ‘cabul’ secara resmi oleh pengadilan federal Amerika. Penyebabnya apalagi kalau bukan cover album yang menampilkan pantat-pantat cewek dari belakang dan para anggota band itu mengintip di sela-sela kaki mereka.

07. U2 – Boy

Sebenarnya cover yang menampilkan wajah lugu bocah cilik ini tidak bermasalah ketika rilis di Inggris. Namun ketika akan dirilis di Amerika (mungkin mengingat banyaknya “orang sakit” di sana), gambar anak kecil ini ditakutkan menonjolkan kesan pedofilia. Maka covernya pun diganti dengan gambar Bono dkk.

08. Alice Cooper - Love it to Death (1971)

Sekilas mungkin tidak ada yang aneh dari cover ini. Tapi perhatikan baik-baik, obyek bagian tubuh yang terlihat di selangkangan itu menyebabkan kehebohan karena sebagian orang menganggap itu adalah alat kelamin. Padahal jelas-jelas itu adalah jari. Tapi demi kenyamanan, cover itu diperbaiki dan bagian jempol sialan itu dihilangkan dengan teknik air-brush.

09. Led Zeppelin – House of the Holly (1973)

Cover album ini ditolak di daerah yang religius di Amerika dan Eropa, maka gambar anak-anak perempuan itu pun ditutupi dengan blok tulisan nama band dan albumnya.

10. Dream Theater – Live Scenes From New York (2001)

Mungkin band ini memiliki indra keenam. Mereka membuat album live di New York, dengan cover album menunjukkan Menara Kembar WTC diselimuti api dan (ini yang bikin merinding) album tersebut direncanakan rilis tanggal 11 September 2001.

11. The Coup – Party Music (2001)


Band rap ini mungkin juga memiliki kemampuan meramal. Album yang dirilis pada awal september 2001 ini menampilkan gambar anggota band yang sedang menyalakan pemicu bom untuk meledakkan WTC. Setelah peristiwa 911 itu terjadi, pihak label menarik kembali album itu dan mengganti covernya.

13. Leftover krack – Fuck The World Trade (2004)

Kalau yang ini memang cari gara-gara. Lihat saja, gedung WTC terbakar dengan pesawat yang siap menabrak ke menara kedua. Di depannya ada Bush, Cheney dan mantan Walikota New York, Rudy Giuliani sedang tertawa-tawa.

14. Roxy Blue – Want Some? (1992)
Cover album ini dianggap sebagai penodaan terhadap karakter kebanggaan warga Amerika, Paman Sam. Paman Sam yang biasanya tampil mengatakan “We Want You” pada cover ini malah mengatakan kalimat menggoda, “Want Some?” sambil tangannya nangkring di pantat cewek seksi berbikini.

15. Roger Waters – The Pros And Cons Of Hitchhiking (1984)


Cover album dari mantan personil Pink Floyd ini banyak dicecar kaum feminis. Tidak lain karena gambar covernya yang sangat vulgar: cewek bugil sedang berusaha mendapatkan tebengan mobil. Untuk menghindari ribut-ribut, cover tersebut ditarik dan dikeluarkan lagi dengan sensor hitam pada pantat si cewek..

Sumber: kaskus.us

Daftar Skandal kontroversial keluarga kerajaan Inggris

Setiap keluarga memiliki sejarahnya masing-masing, termasuk sejumlah skandal kelam yang ingin disembunyikan. Hal yang sama berlaku untuk keluarga kerajaan Inggris.

Keluarga kerajaan Windsor termasuk salah satu keluarga dengan latar belakang sejarah dan skandal yang menarik, mulai dari seorang raja yang menyerahkan takhtanya demi menikahi seorang gadis Amerika, sampai seorang pangeran yang berkhayal menjadi sebuah tampon. Berikut ini adalah rangkumannya seperti dikutip situs glo.msn.com:

Raja Edward VIII

Bagi Anda yang telah menyaksikan film The King's Speech tentu tahu bagaimana Pangeran Albert didorong masuk ke dalam kekuasaan ketika kakak laki-lakinya, Raja Edward VIII turun takhta demi menikahi Wallis Simpson, seorang janda cerai 2 kali berkebangsaan Amerika.

Sebagai Prince of Wales, Edward selalu tertarik dengan perempuan-perempuan yang telah menikah. Tetapi, ketika dia memutuskan untuk memperistri Wallis, hal ini menyebabkan skandal dan dia harus mengorbankan takhta yang baru didudukinya selama kurang dari 1 tahun.

Drama itu terus berlanjut setelah kematiannya. Sejumlah file FBI yang dibongkar mengungkapkan, Edward VIII terpaksa mengundurkan diri bukan karena status janda cerai Wallis. Tetapi, karena status perempuan itu sebagai simpatisan Nazi dan perbuatannya menyampaikan rahasia negara kepada kekasih Nazi-nya.

Pangeran Charles

Anda barangkali masih mengingat skandal 'Camillagate' alias 'tampongate' yang sempat menghebohkan Inggris nyaris 2 dasawarsa silam. Sebuah percakapan genit antara Camilla dan Charles terekam dan dipublikasikan pada 1992. Padahal, ketika itu mereka berdua sama-sama telah menikah dengan orang lain. Kaset rekaman itu berisi percakapan yang mana Charles mengatakan ingin menjadi tampon Camilla. Percakapan itu tentu saja mencoreng wajah Putri Diana dan keluarga kerajaan, termasuk Charles dan Camilla.

Putri Margaret

Sebagai adik perempuan Ratu Elizabeth, Putri Margaret memiliki reputasi glamour dan kontroversial. Waktunya sekitar penobatan kakaknya, Margaret jatuh cinta pada seorang duda cerai, Peter Townsend, yang berusia 16 tahun lebih tua dibandingkan dirinya. Gereja Inggris, keluarga kerajaan, dan pemerintah menegaskan bahwa dia harus meninggalkan kehidupan kerajaan jika memilih untuk menikah dengan lelaki itu. Margaret akhirnya memutuskan untuk membatalkan niatnya.

Sebaliknya, dia malah menikah dengan fotografer Anthony Armstrong-Jones pada 1960, yang menjadi Earl of Snowdown. Tetapi, pernikahan itu segera kandas di mata publik. Beredar rumor tidak menyenangkan tentang perselingkuhan, penggunaan obat-obatan, dan kecanduan minuman keras serta pertanyaan tentang seksualitasnya.

Ketika sang putri tertangkap kamera bersama seorang kekasih muda, suaminya mengambil kesempatan itu untuk bercerai dan bermain sebagai korban. Setelah itu, muncul kabar bahwa Lord Snowdown mungkin telah menjadi ayah dari seorang anak sebelum pernikahan mereka.

Putri Diana

Saat berusia 16 tahun, Putri Diana bertemu dengan Pangeran Charles yang kemudian menjadi suaminya. Padahal, ketika itu Charles justru sedang berkencan dengan kakak perempuannya.

Pada 1995, dalam sebuah wawancara Putri Diana mengakui perselingkuhannya selama 5 tahun dengan seorang perwira militer, James Hewitt, yang dicintainya. Setelah kematiannya, James menyebabkan skandal lain dengan mencoba menjual surat cinta Diana kepada dirinya.

James kembali menjadi berita di Inggris pada pekan ini. Dia mengaku sempat merenung untuk bunuh diri pasca perselingkuhan itu, dan menyangkal rumor yang menyatakan dirinya mungkin ayah dari Pangeran Harry. Menurutnya, hubungannya dengan Diana dimulai setelah kelahiran Harry.

Putri Anne

Sekitar 500 juta orang menyaksikan pernikahan putri satu-satunya Ratu Elizabeth, Putri Anne, dengan letnan tentara Mark Phillips pada 1973. Akan tetapi, pada 1985 Mark tertangkap basah memiliki seorang anak buah perselingkuhannya dengan seorang perempuan Selandia Baru.

Pada 1989, Anne dan Mark berpisah, dan mereka akhirnya bercerai pada 1992. Pada akhir tahun itu, Anne menikah lagi dengan Timothy Laurence di hadapan 30 tamu. Dia menjadi janda kerajaan pertama yang menikah lagi setelah Henry VIII.

Kedua buah hati Anne, Peter dan Zara Phillips, tidak memiliki gelar tersangkut di nama mereka mungkin dengan harapan memiliki kehidupan yang lebih normal. Mereka adalah cucu pertama monarki yang melakukannya selama lebih dari 500 tahun.

Sarah Ferguson

Pada Agustus 1992, Sarah Ferguson, Duchess of York, tertangkap kamera ketika jari kakinya berada di mulut seorang pengusaha Texas, John Bryan. Sang putri telah mengumumkan perpisahannya dari Pangeran Andrew. Tetapi, foto memalukan itu memberikan sorotan negatif terhadap keluarga kerajaan.

Andrew dan Sarah bercerai pada 1996. Tetapi, dia membuat skandal lagi pada 2010, ketika menawarkan akses terhadap pangeran kepada seorang reporter yang menyamar dengan imbalan 500.000 poundsterling.

Pangeran Harry

Meski pun semua perhatian dunia terpusat pada Pangeran William akhir-akhir ini, sang adik Pangeran Harry merupakan sosok yang lebih sering membuat headline dalam hal skandal. Pada 2002, dia mengaku menghisap ganja. Sedangkan pada 2005, dia berpakaian seperti perwira Nazi. Sebuah keputusan mengejutkan yang kemudian segera dia sesali.

sumber